Setelah hampir setahun terus menerus bekerja mengurusi perusahaan, seorang direktur memutuskan untuk rehat sejenak dari aktivitasnya. Bersama keluarganya Sang direktur melepas penat di sebuah pulau wisata yang sangat indah. Setelah tinggal beberapa hari disana yang jauh dari dunia kerjanya membuat sang direktur seperti mendapatkan tenaga baru kembali. Aktivitas yang dilakukan sang direktur dan keluarga setiap hari selain berenang, memancing, berselancar, berlayar, menyelam dan kuliner. "Sungguh liburan yang menyenangkan", dalam hati sang direkutur berkata.
Selama menikmati liburan ada ganjalan yang membuat hati sang direktur menjadi penasaran sekaligus dongkol, karena apa?. Karena melihat ulah seorang anak muda yang setiap hari kerjanya hanya tidur-tiduran tanpa mau bekerja sama sekali.
Dari hari ke hari rasa penasaran pengin tahu sebenarnya alasan apa yang menjadikan pemuda tersebut begitu malas untuk bekerja. tepat hari terakhir sang direktur liburan dengan ditambah rasa ingin tahu kenapa pemuda itu begitu malas akhirnya sang direktur memberanikan diri juga untuk bertanya kepada pemuda yang dari beberapa hari kemarin selalu tidur-tiduran di atas balai-balai bambu di pinggir pantai deket tempat dia dan keluarga menginap.
Sang Direktur : "Hai pemuda, saya memperhatikan anda dari beberapa hari kemarin selalu
bersantai dari pagi hingga sore, tanpa pernah melihat anda bekerja sama
sekali".
Mendengar ucapan sang direktur pemuda tersebut tetap begitu acuhnya sambil melempar senyum kepada sang direktur.
Sang Direktur : "Kalau boleh tahu anda sebenarnya punya pekerjaan atau tidak?"
Sang pemuda : "Tidak"
Mendengar jawaban pemuda tersebut membuat sang direktur semakin penasaran dan semakin kesal, kenapa ada pemuda semalas ini.
Sang Direktur : "Apa anda tidak pengin hidup enak, berkecukupan dan dihari tua nanti bisa ber-
santai menikmati jerih payah semasa masih kuat"
Sang Pemuda : "Apa anda pernah tahu apa yang saya lakukan ini?"
Sang Direktur: "Tidak"
Sang Pemuda : "Saya Sedang menikmati hidup sekarang ini karena kerja keras yng saya lakukan
sewaktu masih remaja"
mendengar jawaban sang pemuda menjadi rasa penasaran sang direktur tambah kuat?
Sang Direktur: "maksud anda, pulau ini anda yang mempunyai?"
Sang Penuda : "Benar, ini adalah salah satu dari beberap pulau yang saya punya, saya sudah
bekerja keras dari saya kecil hingga remaja, Jadi sekarang saatnya saya menik-
mati hidup saya"
Mendengar jawaban sang pemuda menjadikan raut wajahnya berubah 180 dejarat, dari rasa kesal menjadi malu karena orang yang masih seusia jauh dibawahnnya jauh lebih sukses dari dia yang sudah hampir setengah abad, dan satu lagi orang yang masih seusia begitu muda sudah bisa menikmati kehidupannya.
Jumat, 26 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar