Senin, 08 Juni 2009

Ambalat

Gawat, mungkin menjadi ungkapan yang pas untuk menggambarkan situasi yang saat ini sedang berkembang di sekitar peraira ambalat. Malaysia dengan kekuatannya melakukan manuver ke wilayah kita, bisa jadi mereka merasa mendapat angin kembali terhadap kepulauan di daerah perbatasan setelah mendapatkan pulau sepadan dan Ligitan beberapa tahun yang lalu.

Manuver yang dilakukan pesawat tempur dan kapal perang Malaysia boleh dibilang merupakan bagian dari strategi untuk mendapatkan pulau ambalat dari tangan negara kita. Ngga bisa dibayangkan kalau pulau Ambalat kembali jatuh ke tangan Malaysia, bisa diumpamakan kita diem aja apa yang menjadi milik kita diambil dengan mudahnya oleh orang lain.

melihat manuver yang dilakukan oleh kapal perang dan pesawat tempur malaysia di sekitar ambalat mengingatkan kembali kita terhadap provokasi malaysia terhadap negara kita dalam berbagai bidang.

  • Kasus pulau sepadan dan ligitan
  • Kasus pengakuan Malaysia terdapat tarian reog Ponorogo.
  • Kasus Illegal Loging yang didalalngi oleh sebagian orang kaya malaysia
  • Kasus pengakuan terhadap musik aklung yang notabene hidup dan berkembang didalam kehidupan masyarakat sunda.

Gayang Malaysia II?. Mungkin sebuah istilah yang tepat untuk menghentikan ambisi malaysia untuk menguasai bangsa kita. mengambil perumpamaan ular akan menggigit jika kita injak, semut juga akan menggigit ketika kita ganggu, tetapi kenapa kita diam saja ketika harga diri kita mulai dinjak-injak. Sekali kita diam sudah bisa dipastikan dia akan dengan leluasa menguasi kita. Lalu bagaimana dengan kita sebagai bangsa Indonesia melihat kondisi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar